Cara Aku Belajar Ngoding

Jul 3, 20266 min

Halo, di artikel kali ini, aku ingin membagikan pengalaman aku pribadi belajar ngoding. Di sini aku akan mulai dengan menjelaskan istilah-istilah yang mungkin belum teman-teman ketahui. Aku akan menjelaskan sesuai pemahaman saya, jadi harap dimaklumi jika temen-temen susah memahaminya, tapi aku akan berusaha semaksimal mungkin memberikan penjelasan yang mudah dipahami.

Apa itu ngoding?

Sebelumnya aku ingin menjelaskan maksud dari ngoding itu sendiri, jadi menurut aku ngoding adalah kegiatan yang biasa dilakukan programmer yaitu dia menulis kode dengan bahasa pemrograman tertentu supaya komputer tahu dan komputer bisa mengerjakan tugas-tugas tertentu seperti membuat aplikasi, web, ataupun sistem.

Nah, dalam ngoding ini kita bebas menggunakan bahasa pemrograman apapun, tergantung yang kita pelajari dan kita mau buat apa, misalnya jika kita mau buat app mobile maka kita bisa menggunakan bahasa pemrograman react native atau flutter, dan seterusnya.

Bahasa Pemrograman

Selanjutnya tentang bahasa pemrograman, bahasa pemrograman adalah bahasa yang bisa kita gunakan untuk membuat aplikasi, web, tools, atau sistem. Jadi dengan bahasa pemrograman inilah kita bisa menciptakan sesuatu dan biasanya ketika kita menciptakan sesuatu itu untuk menyelesaikan suatu masalah yang ada di dunia nyata, misalnya ada masalah kesehatan mental yang sedang ramai, nah programmer akan memanfaatkan ilmu bahasa pemrograman itu untuk ngesolve problem kesehatan mental itu, dia bisa buat app web/mobile pendeteksi mental berdasarkan parameter tertentu dan bisa memberikan arahan atau masukan jika ternyata si pengguna terdeteksi mentalnya bermasalah.

Bahasa pemrograman ada banyak sekali, seperti yang sebelumnya aku bilang bahasa pemrograman tersebut memiliki fungsi dan manfaat yang berbeda-beda. Bahasa pemrograman yang aku pelajari yaitu hanya beberapa dibanding ratusan bahasa pemrograman yang ada di dunia ini. Bahasa pemrograman java, javascript, php adalah bahasa pemrograman yang dipakai di kampusku ketika kuliah, alasan yaitu bahasa pemrograman tersebut termasuk bahasa pemrograman yang populer saat ini, cukup mudah dipahami, dan banyak komunitas online sehingga jika menemukan bug atau error pasti mudah untuk memperbaikinya. Selain itu juga, aku belajar bahasa pemrograman lain yang tidak diajarkan di kuliah yaitu golang dan python.

Belajar bahasa pemrograman menurutku tidak susah-susah amat jika kita memiliki kemampuan yang kuat untuk belajar dan konsisten, karena belajar bahasa pemrograman perlu konsisten dan yang pasti paham dasar-dasarnya. Jika kita sudah mampu menguasai dan familiar dengan salah satu bahasa pemrograman maka jika kita ingin belajar ke bahasa pemrograman lain maka akan cukup mudah karena pada dasarnya semua bahasa pemrograman memiliki konsep yang mirip hanya saja beda bahasanya, jadi kita cukup pelu penyesuaian saja. Waktu penyesuaian pun biasanya akan lebih cepat jika kita udah mahir di salah satu bahasa pemrograman.

Belajarnya dari mana?

Di era saat ini, ada begitu banyak sekali pembelajaran online gratis dan berbayar yang bertebaran, hal ini membuat kita bingung dan malah tidak jadi memulai belajar. Oleh karena itu, menurut aku kita harus pandai memilih sumber belajar yang valid dan yang tepercaya karena sumber yang benar akan mengajarkan kita banyak hal dan pastinya konsepnya juga benar. Lalu temen-temen harus tau mau jadi apa misalnya jika mau jadi fullstack developer maka harus belajar frontend atau bagian UI halaman web/aplikasi dimana semuanya dilihat oleh user dan backend atau sisi logic/alur bisnis yang ada dibelakang layar, jadi misal ketika kita klik button login, maka sebenarnya dibelakang layar dia akan melakukan alur pengecekan apakah user ini udah pernah login jika belum maka diberi token dan tampilkan halaman dasbor. Selain fullstack developer juga ada banyak role lainnya. yaitu frontend developer, backend developer dll. Nah jika udah tahu mau jadi apa kita hanya perlu menyesuaikan cara belajar yang efektif untuk kita, midal jika teman-teman suka belajar dari membaca, teman-teman bisa langsung belajar bahasa pemrograman di situs web aslinya saja, misalnya mau belajar javascript, maka kalo mau lebih pasti sumbernya bisa ke situs aslinya aja. Namun, kadang ada juga yang tidak paham bahasa inggris, jadi mungkin akan merasa kesulitan jika belajar langsung dari situ, solusinya bisa cari sumber course gratis / berbayar bahasa Indonesia untuk belajar javascript. Kemudian, jika teman-teman lebih suka belajar dari menonton video teman-teman bisa mencari course yang berbentuk video yang berbahasa Indonesia atau bahasa inggris.

Kalau aku sendiri aku dulu belajar dari perkuliahan dan juga ikut course dari dicoding Indonesia, codepolitan, menonton video YouTube channel Programmer Zaman Now, dan membaca artikel-artikel pemrograman di internet. Jadi cara belajarku aku menggabungkan semua sumber yang ada lalu sambil belajar aku praktik ngoding juga dengan membuat projek. Proses panjang dan aku ulang-ulang jika belom paham karena ya memang menurut aku jika aku ga paham sampai bener - bener paham kayak kurang rewarding gitu dan jika kedepannya lupa hanya tinggal mengulang sedikit karena udah tersimpan di memori gitu.

Library dan Framework

Jika teman-teman belajar bahasa pemrograman pasti temen-temen akan menemukan istilah - istilah ini. Jadi misalnya ketika teman-teman sudah cukup mahir ngoding maka pasti jika ingin membuat program yang lebih kompleks atau susah maka perlu menggunakan library, library adalah kumpulan kode yang udah jadi yang dibuat oleh programmer lain supaya kita tidak menulis dari 0 lagi dan ini akan mempercepat pengembangan. Jika tidak pakai library apakah boleh? boleh-boleh saja, tetapi akan memperlama dan kadang kurang sesuai standard gitu, karena kebanyakan programmer pasti pakai library, contohnya react, ini adalah library UI dengan bahasa pemrograman javascript dll.

Jika dibuat permisalan, library itu lebih ke kumpulan alat/perkakas yang kita bebas mau buat alat-alat itu buat apa dan ditaruh dimana, jadi kita yang punya kendali penuh atas alur program kita.

Kemudian, ada lagi istilah framework, nah jadi jika kita hanya pakai library kadang kala akan cukup lama juga karena kita harus atur dari 0 dan membuat waktu pengembangan bertambah lama. Oleh karena itu, kita perlu yang namanya framework, framework adalah kerangka kerja yang mana kita tinggal menyesuaikan aturan main kerangka kerja / framework itu. Misalnya, nextjs yang mana ini adalah library react sehingga pembuatan program kita menjadi lebih cepat tetapi kita harus mengikuti aturan main dari framework ini.

Jika dibuat permisalan, framework itu seperti cetakan kue atau cetakan stiker yang mana strukturnya udah ada dan kita hanya perlu mengisi bagian dalamnya sesuai aturan yang udah ada.

Nah, aku juga belajar hal-hal seperti itu, di waktu kuliah aku belajar framework vue untuk frontend dan framework laravel untuk backend. Kemudian aku juga mencoba -coba framework dan library lain selain yang diajarkan di kuliah yaitu library react dan express.js. Kemudian yang framework yaitu framework nextjs. Belajarnya ya dari situs resminya atau juga dari YouTube gitu sama seperti yang aku bilang diawal.

Konsistensi itu susah

Aku tahu bahwa konsisten itu susah, aku pun sebetulnya bukan orang yang konsisten hingga menyadari suatu hal bahwa aku ingin menjadi seorang yang paham dan ahli di bidang ini (web dev dan teknologi) sehingga aku mulai konsisten belajar. Konsistensi itu berarti rutin meskipun sedikit, jadi setiap hari minimal itu aku belajar ngoding 2 jam - 3 jam dan bukan rutin yang seminggu sekali belajar 3 jam seperti itu karena itu sama saja akan beda hasilnya dan kemampuan otak akan susah mengingat hal-hal yang udah dilakukan seminggu yang lalu dibanding yang kita lakukan kemarin.

Kesimpulan

Kesimpulannya yaitu belajar ngoding harus disesuaikan lagi dengan kebutuhan kita, kita maunya jadi apa dan mulailah pahami dan tekuni bahasa pemrograman tersebut. Selain itu, kita juga harus pandai mencari sumber - sumber belajar yang valid dan terpercaya dan yang terakhir adalah konsistensi dalam belajar supaya menjadi seperti yang kita inginkan.

Terima kasih sudah membaca, semoga pengalamanku ini ada manfaatnya bagi teman-teman.

>cd . .
© 2026 Gilang Abdian